Pada malam itu,hari sabtu tanggal 29 desember
2012.Aku berniat esok harinya untuk pergi touring seorang diri dengan motor
kesayangan saya ke kota Jogja dan Solo dengan tujuan menghabiskan malam tahun
barubersama kekasihdi jogja dan mengunjungi mbah beserta keluarga di solo.
Malam itu saya mempersiapkan pelengkapan apa saja yang musti di bawa dan
dipakai,contohnya seperti baju,celana,alat-alat mandi,jaket,sepatu safety,jas hujan dan body
protector. Selesai itu saya memasang alarm di handphone agar esok hari tidak bangun
kesiangan dan saya pun bergegas untuk tidur.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiigggggggggggggggggggggg….
Bunyi suara alarm pun bedering dengan semangat,pada
saat itu waktu menunjukkan jam 2 dini hari. Saya pun bergegas untuk bangun dan
mandi,lalu mengecek kembali barang yang akan dibawa dan dipakai.
Sebelum berangkat tidak lupa untuk meminta restu dan
doa kepada kedua orangtua agar di berikan keselamatan selama diperjalanan.
Jam 3 dini hari saya berangkat dari rumah,menggunakan
jalur arah selatan pulau jawa.
Bismillah..
Kondisi jalanan saat itu cukup lengang,aku bisa
menambah kecepatan motorku sampai 100 km/jam. Tapi tidak lupa selalu menjaga
kestabilan motorku dan menjaga agar tidak masuk lubang lubang jalanan dengan alasan
ban motor saya lebih kecil daripada ukuran ban standar.
Jam 6 pagi,saya sudah sampai perbatasan provinsi Jawa
Barat da Jawa Tengah tepatnya di kota Banjar untuk mengisi bahan bakar di SPBU
dan sedikit isirahat. Lalu saya melanjutkan perjalanan,kondisi jalanan mulai
rusak. Banyak lubang lubang,saya pun mengurangi kecepatan agar bisa menghindari
itu.
Di Kabupaten Banyumas,bahan bakar akan habis,saya pun
mencari SPBU.
Sekitar jam 10
pagi menjelang siang,perut mulai keroncongan. Saya mencari tempat untuk
istirahat. Dan akhirnya,saya menemukan sebuah gubuk pinggiran jalan di daerah
Kebumen,dengan sisi-sisinya bentangan hijaunya persawahan yang bentar lagi
mungkin mau di panen. Saya dibekali nasi bungkus oleh sang mamah tercinta. Saya
sangat menikmati makanan itu dengan pemandangan yang sungguh luar biasa
indahnya ciptaan Sang Khaliq.
Subhanallah…..
Jam stengah 11,saya mulai melanjutkan perjalanan.
Jam 12,bahan bakar sudah menipis. Saya melipir di
SPBU tepatnya di daerah Kulon Progo,isi bahan bakar dan menunaikan ibadah
sholat dzuhur.
Sekitar jam stengah 1,saya mulai melanjutkan
perjalanan kembali.
Alhamdulilah,jam 1 saya sudah masuk Kota
Jogjakarta,kota yang banyak sejarah buat kehidupan saya. Berhubung langit
mendung dan agak sedikt gerimis,saya mampir di kosan kekasih tersayang tepatnya
di belakang Stikes Achmad Yani Yogyakarta,itu tempat kekasihku menimba ilmu
keperawatan.
Puji Astuti Ariningsih,nama kekasihku.
Saya istirahat sejenak sambil menunggu hujan
reda,sebelum mencari penginapan.
Sekitar jam 2,hujan reda. Saya bergegas untuk mencari
penginapan di daerah malioboro dan sekitarnya ditemani sang kekasih. Dari satu
penginapan ke penginapan yang lain,bertuliskan “Full Room”,yang artinya kamar
penuh. Saya tidak putus asa untuk mencari terus,sampai ke daerah magelang. Itu
cukup jauh dari rencana awal,dan akhirnya penuh juga. Tanpa terasa waktu
menunjukkan jam 8 malam. Saya sepakat untuk berhenti pencarian dan kembali ke
kosan. Malam itu hujan cukup deras,saya bingung mencari tempat untuk bermalam.
Saya menghubungi teman yang ada di daerah UMY,alhamdulilah
dia ternyata sedang ada di kosannya. Malam itu saya menginap di tempat teman
yang jauh dari tempat kosan kekasihku.
Tanggal 31 Desember 2013,jam 7 pagi saya melanjutkan
pencarian seorang diri. Saya kembali menyisir dalam kota jogja dengan harapan
ada penginapan yang kosong. Tapi ternyata nihil,tetap semua kamar penuh semua.
Saya memutuskan untuk mencari penginapan di daerah Kota Gede jogja,lebih
dikenal dengan kota pengrajin perak,jauhnya sekitar 25 menit dari malioboro.
Alhamdulilah,saya dapat penginapan yang kamarnya sisa tinggal 2 kamar lagi.
Saya ambil kamar itu,walaupun harganya tidak semurah harga hari-hari biasa.
Saya langsung istirahat sambil menikmati kamar yang saya sewa untuk menginap
nanti malam.
Jam 9 pagi,saya persiapan dan berangkat menjemput
puji untuk bersilaturahmi ke Solo.
Jam stengah 11,saya sampai di rumah mbah di Solo.
Mbah kakung masih merasa kesepian semenjak ditinggal oleh mbah putri untuk
selama-lamanya,karena sakit stroke yang dideritanya.Mbah masih mengenang dan
bercerita ke kami berdua tentang jasa-jasa mbah putri selama masih hidup. Kami tak kuasa menahan air mata
untuk mendengarkan cerita-cerita dari mbah kakung.
Jam 12 siang,kami pun pamit untuk kembali ke jogja.
Kami sampai di kota jogja sekitar jam stengah 2 siang,kami
mengisi perut dulu di tempat makan favorit kami di Sop Ayam Pak Min asli
Klaten, wisata kuliner yang wajib di coba kalau main ke jogja.
Jam 2 siang,kami singgah di Kebun Binatang Gembira
Loka Kota Jogja.
Suasana Gembira Loka saat itu penuh dengan wisatawan local
maupun asing. Kami jalan-jalan menyusuri dari kandang ke kandang,tidak lupa untuk
mengabadikan moment. Waktu pun tidak terasa waktu sudah menunujukkan jam
setengah 5,kami mencari mesjid untuk menunaikan ibadah sholat ashar.
Jam 5,kami melanjutkan jalan – jalan ke beringin
kembar Mas Angin tepatnya didalam wilayah Kraton Jogja. Kami menyewa penutup
mata seharga tiga ribu rupiah,dengan maksud ingin menguji nyali berjalan dari
jarak yang ditentukan dengan mata tertutup oleh kain hitam yang kami sewa tadi.
Siapa yang bisa berjalan lurus dan masuk ke antara dua beringin itu,mitos yang
dipercaya akan mendapatkan keberuntungan. Kami pun mencoba
berkali-kali,meskipun memang bener – bener susah pengen masuk diantara beringin
itu. Tanpa putus asa kami mencoba trus,dan akhirnya kami masuk diantara
beringin itu.
Hari sudah mulai menjelang gelap,adzan magrib juga
sudah berkumandang. Saatnya untuk mencari mesjid untuk menunaikan ibadah sholat
magrib sambil istirahat. Selesai itu, kami mencari sepeda unik sewaan yang sengaja
disewakan dengan gemerlapnya lampu dan dentuman subwoofer yang sengaja dipasang
agar sepeda lebih menarik pengunjung. Harga sewa sepeda,20rb per 3 putaran
lapangan beringin kembar itu. Kami mencoba sepeda itu.
Setelah lelah bersepeda,kami singgah di warung
lesehan sambil beristirahat menikmati jajanan wedang ronde dan jagung bakar.
Hujan mulai turun perlahan,keramaian dilapangan Mas Angin mulai sedikit lengang
dengan turunnya hujan yang cukup deras.
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam,tiba saatnya
kami harus pergi menuju jalan malioboro. Jalan pusat dimana kemeriahan tahun
baru dan pesta kembang api di mulai,tapi sayangnya hujan belum juga reda ketika
malam tahun baru akan sampai pada puncaknya. Kami terus berharap agar langit
memberikan kesempatan untuk menikmati pergantiantahun baru dengan pesta kembang
api. Kami tetap setia menunggu hujan reda di pinggiran jalan malioboro sambil
berteduh dan mendengarkan alunangamelan khas jawa.
Akhirnya hujan sedikit reda,pada saat itu waktu
menunjukkan pukul 23.55. Kami tinggal menunggu 5 menit terakhir di tahun 2012
sebelum masuk di tahun yg dinanti nanti.
Waktu menunjukkan jam
00.00,happy new years 2013
Suara terompet dan kembang api terdengar sangat keras,kemeriahan
malam tahun baru di Kota Jogja sangat terasa walaupun hujan rintik-rintik masih
turun secara perlahan. Saya dan kekasih tercinta sangat merasa senang dan
terhibur. Suasana jalanan kembali penuh sesak,karena semua orang ingin
mengabadikan moment yang hanya setahun sekali. Langit sangat indah pada malam
itu.
Di sela-sela kemeriahan suara terompet dan
gemerlapnya pesta kembang api,kami berdoa pada malam itu..semoga di tahun yang
baru ini lebih baik dari pada tahun kemarin…AminYa Rabb…
Karena pagi harinya saya harus kembali balik ke
Bandung.
Itulah sepenggal cerita saya di malam tahun baru……
By : Aditya Priambara











Tidak ada komentar:
Posting Komentar