Pengikut

Sabtu, 05 Januari 2013

Tugas Teknologi Informasi(Cerita Tahun Baru 2013)

Pada malam itu,hari sabtu tanggal 29 desember 2012.Aku berniat esok harinya untuk pergi touring seorang diri dengan motor kesayangan saya ke kota Jogja dan Solo dengan tujuan menghabiskan malam tahun barubersama kekasihdi jogja dan mengunjungi mbah beserta keluarga di solo. Malam itu saya mempersiapkan pelengkapan apa saja yang musti di bawa dan dipakai,contohnya seperti baju,celana,alat-alat mandi,jaket,sepatu safety,jas hujan dan body protector. Selesai itu saya memasang alarm di handphone agar esok hari tidak bangun kesiangan dan saya pun bergegas untuk tidur.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiigggggggggggggggggggggg….
Bunyi suara alarm pun bedering dengan semangat,pada saat itu waktu menunjukkan jam 2 dini hari. Saya pun bergegas untuk bangun dan mandi,lalu mengecek kembali barang yang akan dibawa dan dipakai.
Sebelum berangkat tidak lupa untuk meminta restu dan doa kepada kedua orangtua agar di berikan keselamatan selama diperjalanan.
Jam 3 dini hari saya berangkat dari rumah,menggunakan jalur arah selatan pulau jawa.
Bismillah..
Kondisi jalanan saat itu cukup lengang,aku bisa menambah kecepatan motorku sampai 100 km/jam. Tapi tidak lupa selalu menjaga kestabilan motorku dan menjaga agar tidak masuk lubang lubang jalanan dengan alasan ban motor saya lebih kecil daripada ukuran ban standar.
Jam 6 pagi,saya sudah sampai perbatasan provinsi Jawa Barat da Jawa Tengah tepatnya di kota Banjar untuk mengisi bahan bakar di SPBU dan sedikit isirahat. Lalu saya melanjutkan perjalanan,kondisi jalanan mulai rusak. Banyak lubang lubang,saya pun mengurangi kecepatan agar bisa menghindari itu.
Di Kabupaten Banyumas,bahan bakar akan habis,saya pun mencari SPBU.
 Sekitar jam 10 pagi menjelang siang,perut mulai keroncongan. Saya mencari tempat untuk istirahat. Dan akhirnya,saya menemukan sebuah gubuk pinggiran jalan di daerah Kebumen,dengan sisi-sisinya bentangan hijaunya persawahan yang bentar lagi mungkin mau di panen. Saya dibekali nasi bungkus oleh sang mamah tercinta. Saya sangat menikmati makanan itu dengan pemandangan yang sungguh luar biasa indahnya ciptaan Sang Khaliq.
Subhanallah…..
Jam stengah 11,saya mulai melanjutkan perjalanan.
Jam 12,bahan bakar sudah menipis. Saya melipir di SPBU tepatnya di daerah Kulon Progo,isi bahan bakar dan menunaikan ibadah sholat dzuhur.
Sekitar jam stengah 1,saya mulai melanjutkan perjalanan kembali.
Alhamdulilah,jam 1 saya sudah masuk Kota Jogjakarta,kota yang banyak sejarah buat kehidupan saya. Berhubung langit mendung dan agak sedikt gerimis,saya mampir di kosan kekasih tersayang tepatnya di belakang Stikes Achmad Yani Yogyakarta,itu tempat kekasihku menimba ilmu keperawatan.
Puji Astuti Ariningsih,nama kekasihku.
Saya istirahat sejenak sambil menunggu hujan reda,sebelum mencari penginapan.
Sekitar jam 2,hujan reda. Saya bergegas untuk mencari penginapan di daerah malioboro dan sekitarnya ditemani sang kekasih. Dari satu penginapan ke penginapan yang lain,bertuliskan “Full Room”,yang artinya kamar penuh. Saya tidak putus asa untuk mencari terus,sampai ke daerah magelang. Itu cukup jauh dari rencana awal,dan akhirnya penuh juga. Tanpa terasa waktu menunjukkan jam 8 malam. Saya sepakat untuk berhenti pencarian dan kembali ke kosan. Malam itu hujan cukup deras,saya bingung mencari tempat untuk bermalam.
Saya menghubungi teman yang ada di daerah UMY,alhamdulilah dia ternyata sedang ada di kosannya. Malam itu saya menginap di tempat teman yang jauh dari tempat kosan kekasihku.
Tanggal 31 Desember 2013,jam 7 pagi saya melanjutkan pencarian seorang diri. Saya kembali menyisir dalam kota jogja dengan harapan ada penginapan yang kosong. Tapi ternyata nihil,tetap semua kamar penuh semua. Saya memutuskan untuk mencari penginapan di daerah Kota Gede jogja,lebih dikenal dengan kota pengrajin perak,jauhnya sekitar 25 menit dari malioboro. Alhamdulilah,saya dapat penginapan yang kamarnya sisa tinggal 2 kamar lagi. Saya ambil kamar itu,walaupun harganya tidak semurah harga hari-hari biasa. Saya langsung istirahat sambil menikmati kamar yang saya sewa untuk menginap nanti malam.
Jam 9 pagi,saya persiapan dan berangkat menjemput puji untuk bersilaturahmi ke Solo.
Jam stengah 11,saya sampai di rumah mbah di Solo. Mbah kakung masih merasa kesepian semenjak ditinggal oleh mbah putri untuk selama-lamanya,karena sakit stroke yang dideritanya.Mbah masih mengenang dan bercerita ke kami berdua tentang jasa-jasa mbah putri selama  masih hidup. Kami tak kuasa menahan air mata untuk mendengarkan cerita-cerita dari mbah kakung.
Jam 12 siang,kami pun pamit untuk kembali ke jogja.
Kami sampai di kota jogja sekitar jam stengah 2 siang,kami mengisi perut dulu di tempat makan favorit kami di Sop Ayam Pak Min asli Klaten, wisata kuliner yang wajib di coba kalau main ke jogja.
Jam 2 siang,kami singgah di Kebun Binatang Gembira Loka Kota Jogja.  
Suasana Gembira Loka saat itu penuh dengan wisatawan local maupun asing. Kami jalan-jalan menyusuri dari kandang ke kandang,tidak lupa untuk mengabadikan moment. Waktu pun tidak terasa waktu sudah menunujukkan jam setengah 5,kami mencari mesjid untuk menunaikan ibadah sholat ashar.
Jam 5,kami melanjutkan jalan – jalan ke beringin kembar Mas Angin tepatnya didalam wilayah Kraton Jogja. Kami menyewa penutup mata seharga tiga ribu rupiah,dengan maksud ingin menguji nyali berjalan dari jarak yang ditentukan dengan mata tertutup oleh kain hitam yang kami sewa tadi. Siapa yang bisa berjalan lurus dan masuk ke antara dua beringin itu,mitos yang dipercaya akan mendapatkan keberuntungan. Kami pun mencoba berkali-kali,meskipun memang bener – bener susah pengen masuk diantara beringin itu. Tanpa putus asa kami mencoba trus,dan akhirnya kami masuk diantara beringin itu.
Hari sudah mulai menjelang gelap,adzan magrib juga sudah berkumandang. Saatnya untuk mencari mesjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib sambil istirahat. Selesai itu, kami mencari sepeda unik sewaan yang sengaja disewakan dengan gemerlapnya lampu dan dentuman subwoofer yang sengaja dipasang agar sepeda lebih menarik pengunjung. Harga sewa sepeda,20rb per 3 putaran lapangan beringin kembar itu. Kami mencoba sepeda itu.
Setelah lelah bersepeda,kami singgah di warung lesehan sambil beristirahat menikmati jajanan wedang ronde dan jagung bakar. Hujan mulai turun perlahan,keramaian dilapangan Mas Angin mulai sedikit lengang dengan turunnya hujan yang cukup deras.
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam,tiba saatnya kami harus pergi menuju jalan malioboro. Jalan pusat dimana kemeriahan tahun baru dan pesta kembang api di mulai,tapi sayangnya hujan belum juga reda ketika malam tahun baru akan sampai pada puncaknya. Kami terus berharap agar langit memberikan kesempatan untuk menikmati pergantiantahun baru dengan pesta kembang api. Kami tetap setia menunggu hujan reda di pinggiran jalan malioboro sambil berteduh dan mendengarkan alunangamelan khas jawa.
Akhirnya hujan sedikit reda,pada saat itu waktu menunjukkan pukul 23.55. Kami tinggal menunggu 5 menit terakhir di tahun 2012 sebelum masuk di tahun yg dinanti nanti.
Waktu menunjukkan jam
       00.00,happy new years 2013
Suara terompet dan kembang api terdengar sangat keras,kemeriahan malam tahun baru di Kota Jogja sangat terasa walaupun hujan rintik-rintik masih turun secara perlahan. Saya dan kekasih tercinta sangat merasa senang dan terhibur. Suasana jalanan kembali penuh sesak,karena semua orang ingin mengabadikan moment yang hanya setahun sekali. Langit sangat indah pada malam itu.
Di sela-sela kemeriahan suara terompet dan gemerlapnya pesta kembang api,kami berdoa pada malam itu..semoga di tahun yang baru ini lebih baik dari pada tahun kemarin…AminYa Rabb…
Jam 1 dini hari,kamipun pulang.Saya mengantar puji ke kosannya dan saya kembali ke penginapan.
Karena pagi harinya saya harus kembali balik ke Bandung.
Itulah sepenggal cerita saya di malam tahun baru……



By : Aditya Priambara









Tidak ada komentar:

Posting Komentar